Menu Melayang

Jumat, 28 Januari 2022

Testimoni Pengunjung: Pengalaman yang Menyenangkan dari Kak Ardias Tangerang

"Ngomong-ngomong soal tren minuman, ya....
Dulu kapan, tren minuman tu susu-susuan.
Lalu kopi-kopian yang saat ini juga masih berlangsung. 
Di sela-sela itu juga ada berbagai kreasi teh-tehan dan juga boba."

Aku menanti kapan tren minuman menjadi jejamuan, wedang rempah dan tradisional lainnya. Ya, sudah mulai diminati sih, tapi masih belum menjamur seperti warung-warung susu (di zamannya), kedai kopi, atau stand minuman kreasi teh dan boba yang digandrungi kawula muda gitu.

Aku sesekali juga jajan minuman-minuman pop itu, tapi seleraku yang haqiqi jatuh pada minuman-minuman klasik seperti teh orisinil, kopi susu tubruk (kopi sasetan aa burjo ding), jamu-jamuan (beras kencur, kunir asem), susu kedelai, susu kacang hijau, secang, rosela, sekoteng, bandrex, bajigur (sorry bukan umpatan), ronde, susu jahe, dan wedang oplosan rempah-herbal lainnya.

Jamu tradisional asli Desa Wisata Jamu Kiringan
Racikan jamu tradisional khas Kiringan (dok.pribadi Kak Ardias)

Nah, masalahnya kalau mau nuruti seleraku, susah dapatnya. Di angkringan, paling banter susu jahe, teh gula batu kasih jeruk. Itu pun jauh cari angkringan. Penjual jamu gendong, jarang lewat. Orang jual ronde, dulu ada sesekali ketemu. Ya harus nyetok beli semi instan kalau mau minuman tradisional. Minuman paling enak di Tangerang ini tuh es jeruknya, udah, walau dengan harga rata-rata 7.000-10.000 per gelasnya.

Mau gak mau, keadaan ini membuatku suka uprek bikin jejamuan atau wewedangan rempah/ tradisional sendiri bermodal belanja bahan di pasar, belajar dari youtube, dan selebihnya ngarang. Kalau soal rasa, kadang enak tapi seringnya failed, tapi aku kan gak peduli yang penting aku dan bojoku ya doyan-doyan aja šŸ˜‹ yang jelas, aku merasa bahagia dengan aktivitas bebikinannyašŸ¤©.

Maka dari itu, demi gak ngarang-ngarang banget, pas kesempatan pulang jogja kemarin, aku coba ikutan workshop bikin jamu di Desa Wisata Jamu Kiringan, Sentra produksi Jamu Gendong, udah gitu dapat bonus edukasi tanaman-tanaman obat sampai syok rumput-rumput liar yang suka dicabutin itu ternyata punya khasiat macem-macem. Ya tapi tetep sih, aku akan terus cabutin rumput itu karena gak estetikšŸ˜¬
Hasil membuat jamu sendiri boleh dibawa pulang
Hasil membuat jamu sendiri boleh dibawa pulang  (dok.pribadi Kak Ardias)

"Mudah-mudahan, yang jelas setelah ini, jamu buatanku bisa dipertanggungjawabkan secara metodologis dan takarannya. :)"

***
Catatan:
- Testimoni tulisan asli dari Kak Ardias Tangerang sewaktu belajar privat jamu di Desa Wisata Jamu Kiringan

Blog Post

Related Post

Back to Top

Cari Artikel